Update! Lembaga ACT Catatkan 1.203 Korban Jiwa Akibat Gempa Donggala-Palu Pada 1 Oktober 2018

Update! Lembaga ACT Catatkan 1.203 Korban Jiwa Akibat Gempa Donggala-Palu Pada 1 Oktober 2018

October 1, 2018 Off By Majalah Sbobet

Berita Terbaru – Pada Senin pagi (1/10), pukul 05.00 WIB, Lembaga nirlaba Aksi Cepat Tanggap (ACT) telah mencatatkan korban tewas akibat gempa bumi di Donggal dan Palu sebanyak 1.203 orang. Menurut laporan situasi terkini dari ACT, korban paling banyak berasal dari Kelurahan Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, yaitu 700 orang.

Sesuai data yang dirilis oleh ACT pada Senin (1/10), pukul 05.00 WIB, Rumah Sakit Undata Palu sudah menampung korban jiwa terbanyak, yaitu 201 orang. ACT juga mencatatkan 540 orang yang terluka, korban luka tersebar di berbagai titik, namun RS Wirabuana merupakan penampung terbanyak, yaitu 184 orang.

Baca Juga : [Video] Penjarahan Mal Kota Palu, Polisi: Penjarah Toko Termasuk Pelaku Kriminal Jika Bukan Kebutuhan Pokok

Humas ACT Lidya Khaerani Hestya juga sudah membenarkan laporan data tersebut bahwa itu memang dikeluarkan dari lembaganya. Selain data yang disebutkan tadi, ACT juga mencatatkan sebanyak 46 orang dinyatakan hilang.

Berlanjut ke jumlah korban yang selamat dan berada di pengungsian mencapai 16.732 jiwa dan angka tersebut tersebar di 123 titik lokasi pengungsian menurut data 30 September 2018. bola88

ACT menyatakan hingga hari ini komunikasi masih lumpuh karena listrik padam. Hal itu juga membuat pendataan dan pelaporan dampak gempa sulit dilakukan dengan cepat. Dari tujuh gardu induk PLN, hanya 2 gardu yang telah kembali beroperasi.

Gempa Donggala-Palu

Oleh karena itu, para pengungsi dan korban paling membutuhkan bantuan berupa bahan bakar minyak, solar maupun premium. Masyarakat Palu-Donggala juga membutuhkan genset, alat penerangan, tenda pengungsian, terpal, tenda, selimut, kasur lipat.

Baca Juga : Video Viral Bubuk Kopi Luwak Mudah Terbakar, BPOM Keluar Suara

Selain itu, pengungsi juga membutuhkan bahan makanan, air bersih dan minum, makanan bayi, dapur umum, obat-obatan dan lainnya. Korban meninggal juga membutuhkan kantong jenazah dan kain kafan.

Data ACT ini menampilkan jumlah korban yang lebih besar dari data yang dikeluarkan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) pada Minggu (30/9) kemarin. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwonugroho, menyatakan bahwa jumlah korban tewas kemarin sebanyak 832 orang.

Sementara korban luka ratusan orang dan pengungsi mencapai belasan ribu orang. Dalam keterangan terakhir, BNPB menyebut korban luka 540 orang dan pengungsi 17 ribu orang.

“Kondisi di sana masih banyak jenazah yang belum terindetifikasi. Korban yang kena reruntuhan juga masih banyak, itu menyebabkan jumlah korban akan terus bertambah,” kata Sutopo.

Situs Judi Online

zvr
Bagaimana Reaksimu ?