Kapolres: Penyerangan Ruko Di Kalideres Dipimpin Langsung Oleh Hercules

Kapolres: Penyerangan Ruko Di Kalideres Dipimpin Langsung Oleh Hercules

November 22, 2018 Off By Majalah Sbobet

Berita Terkini – Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi menetapkan Hercules Rozario Marcal sebagai tersangka setelah ia diketahui memimpin secara langsung penyerangan ke ruko PT Nila Alam di Jalan Daan Mogot KM 13, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu.

Penyerangan terhadap pemilik ruko di sana akibat konflik penguasaan lahan. Polisi pun berhasil mengamankan Hercules di kediamannya di kawasan Kompleks Kebon jeruk Indah, Kembangan, Jakarta Barat pada Rabu (21/11/2018).

“Kasusnya itu terkait dengan penyerangan komplek ruko di Kalideres, PT Nila (Alam) oleh 60 orang preman, dipimpin langsung oleh Hercules,” kata Hengki, Rabu.

Menurut penjelasan Hengki, penyerangan tersebut adalah untuk penguasaan lahan yang sudah dilakukan sejak Agustus sampai November 2018 ini. Lahan yang dimaksud merupakan lahan yang dikuasai termasuk dengan kantor pemasaran dan ruko berpenghuni lainnya.

“Ada juga beberapa ruko pun disewakan. Terhadap pemilik ruko juga dimintai uang setiap bulannya oleh kelompok Hercules ini,” kata Hengki. Judi Online

Hercules yang telah ditetapkan sebagai tersangka sudah diamankan di Mapolres Metro Jakarta Barat dan masih diselidiki lebih lanjut kasus penyerangan tersebut. Hercules juga akan dikenakan Pasal 170 KUHP tentang pengrusakan terhadap barang atau orang dan Pasal 335 KUHP tentang perbuatan yang tidak menyenangkan.

Hercules

Pelaku Penyerangan Ruko Di Kalideres Dipidana 7 Tahun Penjara

“Ancaman hukumannya maksimal 7 tahun (penjara),” kata Hengki.

Sejauh ini juga, Hengki menyatakan telah menangkap 10 tersangka premanisme yang menamakan diri mereka “kelompok Hercules” sebelum akhirnya menangkap pemimpinnya, Hercules.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, para preman itu memasang plang seolah-olah mereka mendapat kuasa dari pemilik sebenarnya atas lahan tersebut. Mereka memasang plang bertuliskan hak milik atas nama Thio Ju Auw.

“Mereka mengintimidasi, mengusir, dan akhirnya menguasai lahan tersebut dengan dalih bahwa kelompok ini mendapatkan kuasa bahwa ada orang lain yang berhak.

Sekali lagi, padahal ini tanah bersertifikat dan legal,” kata dia. Hengki juga menyampaikan, salah satu tersangka, FTR alias Bobi, merupakan residivis. “Tak asing lagi, salah satunya adalah Bobi. Dulu pernah kita tangkap kasus pemerasan dan senjata api ilegal,” ujar dia.

 

Ayo Pasang Taruhan Slot Online, Live Casino Dan Judi Bola Kalian
Hanya Dengan 1 User ID Saja di Mandiri888
Nikmati Juga Bonus New Member Slot 100% nya.

klik di sini

slot joker123 gaming

zvr
Bagaimana Reaksimu ?