Bola

Mourinho : Apa Yang Kalian Mau? Main Cantik Atau Menang!?

Pelatih dari Manchester United, Jose Mourinho, meledak dan meluapkan emosinya kepada media-media Inggris. Setelah pertandingan terakhir Manchester United di Premier League kemarin, mereka kalah dengan skor 0 – 3 dari Tottenham Hotspur di Old Trafford.

Mourinho yang mengalami kekalahan pada matchweek ke-3 Premier League 2018/19 kembali dikritik oleh media massa. Sejauh ini memang semua yang dilakukan Mourinho dijadikan target hujatan. Sebelumnya Mourinho dikritik karena permainan MU yang dinilai pasif dan membosankan, meskipun pada akhirnya meraih trofi.

Namun kali ini, saat melawan Tottenham, timnya juga kembali dikritik karena kalah. Padahal pada lagi melawan The Spurs, permainan MU sangat baik, ofensif dan berhasil ters menekan lawannya. link alternatif sbobet

Hal itu pun membuat Mourinho bingung. Sebenarnya apa yang lebih penting, permainan standar tapi menang atau bermain dengan apik tapi kalah. Mourinho pun geram dan menilai media massa adalah biang kerok dari segala kritikan.

A 2.jpg

Media selalu memilih sudut berita yang lebih menjual, ia merasa dia dan timnya diperlakukan tidak adil.

“Anda (Media) harus mengatakan pada saya apakah hal yang terpenting. Ketika saya memenangkan pertandingan saya sering datang ke sini (sesi pers) dan anda tak senang ketika saya menang, anda mengatakan hal terpenting adalah gaya bermain,” tegas Mourinho.

“Saya perlu tahu apa yang terpenting. Apakah bermain apik atau memenangkan pertandingan? Apakah bermain ofensif, atau bermain untuk hasil tertentu?”

Sebenarnya laga kontra Tottenham, Mu berhasil tampil apik selama 50 menit penuh, mereka mendominasi pertandingan. Namun awal kekalahan MU dimulai dari Tottenham saat mencetak gol pertamanya.

A 3.jpg

“Hari ini (vs Tottenham) kami agresif, menekan lawan, Tottenham tak bisa menuntaskan dua umpan dari belakang, mereka membuat banyak kesalahan karena tekanan kami.”

“Kami gagal mencetak gol di peluang terbuka, kami gagal memanfaatkan peluang, kami tak beruntung dalam pantulan dua gol lawan, kami kalah karena kami kebobolan dari tendangan sudut pertama lawan di menit 50 atau sejenisnya,” sambung dia.

“Dan anda (medi) ingin mengubah cerita pertandingan berdasarkan gol itu. Tetapi jangan buang waktu anda, saya punya bukti kuat bahwa hakim terbaik di sepak bola adalah suporter.”

Situs Judi Online