7 Ekperimen Yang Menyilangkan Manusia Dengan Hewan

7 Ekperimen Yang Menyilangkan Manusia Dengan Hewan

October 30, 2018 Off By Majalah Sbobet

Ekperimen Penyilangan Manusia Dengan Hewan

Berikut beberapa kompilasi tentang eksperimen yang dilakukan oleh beberapa ilmuwan yang termasuk tidak masuk akal.

Berikut Daftar 7 Ekperimen Yang Menyilangkan Manusia Dengan Hewan :

Eksperimen

Manusia Dan Kelinci

Sekelompak ilmuwan di Shanghai berhasil melakukan persilangan antara manusia dan kelinci dengan menyuntikkan sel manusia ke dalam sel telur kelinci. Embrio yang muncul pada akhirnya pun berupa separuh manusia dan separuh kelinci.

Eksperimen tersebut juga memperlihatkan dimana DNA manusia cukup mendominasi dalam perkembangan embrio tersebut karena hanya sedikit dari DNA sang kelinci yang terikut ke dalam embrio. Akan tetapi, hasil penyilangan ini pun akhirnya diterminasi setelah para ilmuwan membutuhkan sel induknya untuk eksperimen lain.

A 2

Manusia Dan Simpanse

China cukup berhasil dalam berbagai proyek hibrida manusia dan hewannya. Salah satu yang populer justru jauh sebelum hibrida manusia dan kelinci yang kami jelaskan di poin sebelumnya. Di tahun 1967, para ilmuwan China hampir sukses menghasilkan hibrida manusia dan simpanse. Namun sebelum semua terjadi, proyek digagalkan.

Ini adalah ide dari dua orang ilmuwan di Shenyang yang ingin menghasilkan makhluk baru berupa simpanse yang memiliki otak lebih besar, dan mulut lebih lebar. Akhirnya, mereka menginjeksikan sperma manusia ke simpanse dan secara sukses membuatnya hamil.

Proyek ini gagal karena gonjang-ganjing revolusi kebudayaan yang terjadi di era Mao Zedong. Laboratorium mereka diobrak-abrik oleh para pendukung revolusi dan sang simpanse meninggal dalam keadaan hamil 3 bulan. Tidak ada proyek semacam ini lagi yang disetujui karena etika kemanusiaan.

A 3

Kambing Dan Sapi Yang Menghasilkan Susu Manusia Atau ASI

Di 2009, ilmuwan Rusia dan Belarusia memodifikasi gen kambing yang membuatnya memproduksi susu manusia (ASI), bukan susu kambing.

Para ilmuwan ini tidak bisa menghasilkan 100 persen susu ibu, namun 60 persen kandungan dari susu ibu bisa dihasilkan. Enzim pada ASI seperti lysozyme dan lactoferrin juga berhasil muncul di susu ini. Situs Judi Online

Pasca keberhasilan ini, para ilmuwan China juga bisa menghasilkan deretan sapi yang menghasilkan susu sapi dengan kandungan ASI. Total, mereka menghasilkan 300 sapi.

Tujuan mereka adalah untuk membuat ASI yang bisa dijual secara retail. Mereka benar-benar bisa melakukannya, namun para ilmuwan terhalan oleh etika kemanusiaan.

7 Ekperimen Yang Menyilangkan Manusia Dengan Hewan

Hewan Dengan Organ Manusia

Salah satu alasan mengapa ilmuwan ingin melakukan hibrida antara hewan dan manusia, adalah untuk menghasilkan hewan yang memiliki organ manusia, sehingga bisa jadi donor jika manusia membutuhkan. Di Amerika Serikat, hal ini merupakan salah satu ladang ilmu pengetahuan yang sedang dipelajari dengan lebih dalam.

Salah satu ilmuwan yang melakukannya adalah Hiromitsu Nakauchi, yang sampai harus hijrah dari Jepang karena perilaku hibrida hewan dan manusia masih kontroversial dan ilegal di negeri Sakura. Namun AS justru mendanainya dengan kucuran uang yang melimpah.

Pada 2017, ia menghasilkan 186 embrio hibrida babi dan manusia, dan di 2018 ia mencoba untuk menghibrida domba dengan manusia. Banyak makhluk yang bisa lahir, namun setelah diuji coba dan dikembangkan, mereka dimusnahkan dalam waktu kurang dari 28 hari.

Alasannya, meski hewan ini memiliki DNA manusia, mereka masih sebagian besar hewan. Menurutnya, DNA manusia hanya ada kurang dari satu persen dan tak bisa menghasilkan organ manusia.

Tikus Eksperimen

Tikus Yang Memiliki Hati Manusia

Pada 2010, para ilmuwan dari Salk Institute for Biological Studies di California, AS, berhasil mengembangkan tikus yang memiliki hati sepenuhnya hati manusia. Tujuan dari eksperimen ini adalah untuk menginjeksinya dengan penyakit, terutama malaria dan hepatitis yang menyerang hati.

Ilmuwan memilih tikus, karena penyakit ini memang hanya menginfeksi primata, terutama manusia dan simpanse. Untuk mengujinya kepada simpanse, terdapat undang-undang yang melarangnya. Sampai saat ini, ternyata masih belum ada solusi dari bagaimana cara mengatasi deretan penyakit tersebut, karena sistem yang terlalu beda dan rumit antara tikus dan primata.

A 6

Tikus Dengan Otak Manusia

Di tahun 2014, ilmuwan dari University of Rochester Medical Center di AS bereksperimen dengan membuat otak tikus memiliki jutaan saraf otak manusia. Para ilmuwan tersebut berhasil menggantikan keseluruhan otak tikus dengan sel otak manusia, dengan hanya menyisakan neuron intinya saja.

Dengan ini, tikus ini memiliki 12 juta sel otak manusia. Ini merupakan jumlah sel otak yang sungguh luar biasa bagi tikus. Berdasarkan hasil penelitian pada si tikus cerdas ini, ditemukan juga kalau tikus ini memiliki ingatan yang 4 kali lebih baik ketimbang tikus normal.

A 7

Monyet Dengan Sel Saraf Manusia

Di tahun 2007, ilmuwan dari Yale mencoba untuk menyuntikkan sel saraf inti manusia ke monyet yang menderita parkinson. Tujuannya, melihat apakah para monyet tersebut bisa sembuh. Hasilnya, monyet sembuh secara medis.

Meski divonis terkena parkinson, monyet tersebut akhirnya bisa berjalan, makan dengan baik, serta bisa bergerak bebas. Selain itu, sama sekali tak ada efek samping.

Salah satu hal kontroversial yang terjadi di sini adalah, sel yang disuntikkan ke monyet sangatlah sedikit. Dengan kadarnya yang sedikit, tidak ada perubahan secara perilaku yang akan terjadi. Akhirnya pertanyaan besar muncul, di mana jumlah yang besar dari sel inti manusia yang disuntikkan tentu akan menghasilkan ‘sesuatu; yang lebih besar lagi. Sayangnya, hal tersebut akan mencurangi etika kemanusiaan.

 

Ayo Pasang Taruhan Slot Online, Live Casino Dan Judi Bola Kalian
Hanya Dengan 1 User ID Saja di Mandiri888
Nikmati Juga Bonus New Member Slot 100% nya.

klik di sini

zvr
Bagaimana Reaksimu ?